Tampilkan postingan dengan label Kambing Aqiqah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kambing Aqiqah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Maret 2010

Syarat Kambing Aqiqah dan Kambing Qurban

Perbedaan Syarat Kambing Aqiqah dengan Kambing Qurban (Idul Adha)
Informasi ini mengambil hujjah ini berdasarkan pendapat dari Imam As-Shan'ani, Imam Syaukani, dan Iman Ibnu Hazm bahwa kambing aqiqah tidak disyaratkan harus mencapai umur tertentu atau harus tidak cacat sebagaimana kambing Idul Adha/Qurban (pada beberapa hari di bulan Dzulhijjah), meskipun yang lebih utama adalah yang tidak cacat. Imam As-Shan'ani dalam kitabnya Subulus Salam (4/1428) berkata : "Pada lafadz syaatun (dalam hadist sebelumnya) menunjukkan persyaratan kambing untuk aqiqah tidak sama dengan hewan kurban. Adapun orang yang menyamakan persyaratannya, mereka hanya berdalil dengan qiyas." Imam Syaukhani dalam kitabnya Nailul Authar (6/220) berkata : "Sudah jelas bahwa konsekuensi qiyas semacam ini akan menimbulkan suatu hukum bahwa semua penyembelihan hukumnya sunnah, sedang sunnah adalah salah satu bentuk ibadah. Dan saya tidak pernah mendengar seorangpun mengatakan samanya persyaratan antara hewan kurban (Idul Adha) dengan pesta-pesta (sembelihan) lainnya. Oleh karena itu, jelaslah bagi kita bahwa tidak ada satupun ulama yang berpendapat dengan qiyas ini sehingga ini merupakan qiyas yang bathil." Imam Ibnu Hazm dalam kitabnya Al-Muhalla (7/523) berkata : "Orang yang melaksanakan aqiqah dengan kambing yang cacat, tetap sah aqiqahnya sekalipun cacatnya termasuk kategori yang dibolehkan dalam kurban Idul Adha ataupun yang tidak dibolehkan. Namun lebih baik (afdhol) kalau kambing itu bebas dari catat."

Senin, 15 Maret 2010

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Dianjurkan melaksanakan aqiqah pada hari ke 7 (tujuh) dari kelahirannya, adapun kalau belum bisa, boleh hari ke 14 (empat belas), 21 (dua puluh satu) atau kapan saja ia mampu.

Orang yang mengaqiqahkan anaknya dan ia pandai memotong kambing, disunnahkan untuk menyembelih sendiri sambil membaca:

Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah dari-Mu dan untuk-Mu ini adalah Aqiqahnya ……….bin………. “

Dan disunnahkan memberi nama anak yang baru dilahirkan dengan nama-nama yang baik ini tentunya sesuai dengan harapan kita agar anak tersebut kelak menjadi anak yang baik karena dalam nama itu terkandung do’a dan harapan kita.

Nama yang paling disukai Allah adalah Abdullah, Abdur Rahman, dll. Juga dibolehkan memakai nama para Nabi, para Rosul serta nama-nama orang sholeh dan hendaknya kita tidak memberi nama-nama yang buruk.

Layanan Aqiqah